Saturday, 15 August 2015

Tahapan Mencuci Clodi

Baby R 3 minggu pakai Cluebebe Petite


Saya termasuk strict soal masalah cuci clodi, karena ingin clodi awet dan bisa diturunkan ke adiknya baby R nanti, makanya clodi-clodi yang saya belipun warnanya netral dan tidak condong pada salah satu gender, hehehe
Pernah baca blog atau forum yang bahas clodi, beberapa ibu ibu mengeluhkan insert yang kaku atau bau pesing. Kalau kaku memang pernah saya alami, malah ada yang sampai tipis dan kaku dan saya ga mau pakai lagi karena daya serap berkurang, hiks.
Akhirnya saya selalu wanti-wanti ke orang-orang yang mau bantu cuci clodi saya, inilah tahapan cuci clodi versi saya:

1. Buang air pipis dari insert
Sebelum dicampur untuk dicuci dengan pocket atau cover clodi saya mengumpulkan insert yang sudah terkena pipis dalam satu ember, isi air lalu injek-injek (karena males bungkuk :p) atau peras dengan tangan insert-insert tersebut. Buang air sisa perasan, lakukan lagi. Hal ini dilakukan minimal 2x. Insert adalah kain serap pipis, kalau dicuci langsung bareng sama yang lain apalagi baju bayi, bau pesingnya bisa nempel kemana-mana.

2. Bilas cover atau pocket clodi
Ini optional sih, kadang kalo rajin saya lakukan hal yang sama kayak ke insert tadi ke cover atau pocketnya. Kadang langsung masuk mesin cuci, hehehe.

3. Rendam/cuci di mesin cuci
Rendam clodi dengan detergent, atau masukan mesin cuci. Oh ya, saya selalu mencuci terpisah si clodi ini dengan baju bayi ya atau dengan baju dewasa juga tersendiri nyucinya, saya pakai detergent khusus clodi merk ansav, selama 4 bulan ini saya baru menghabiskan satu setengah bungkus detergent ansav yang berisi 1kg. Jangan pernah pakai detergent bayi seperti sleek, atau detergent berpelembut, pewangi, pemutih untuk clodi, karena akan menimbulkan residu yang bikin insert jadi kaku. Kalau kehabisan ansav saya pakai Attack clean maximizeer atau Rinso anti noda dengan takaran jauh lebih sedikit dari biasanya. Untuk pup, saya selalu pakai liner diatas clodi jadi yang dibersihin linernya dan ga begitu sulit bersihinnya, saya kucek kucek tersendiri dulu sebelum dicampur dengan yang lain, kalau insert atau inner ada kuning kuning bekas pup kucek kucek aja setelah direndam.

4. Keringkan
Saya selalu menggunakan mesin cuci untuk pengeringan, atau memeras walaupun clodi di cuci tangan. Jadi setelah kucek-kucek, bilas, masukin mesin cuci deh buat di spin. Untuk jemur Insert saya selalu gantung berdiri pakai jepit jemuran, saya beli gantungan jemuran khusus di Daiso walaupun di Borma juga ternyata ada yang isinya jepit2 jemuran bergantungan buat jemur insert, atau kaos kaki bayi yang kecil-kecil.

5. Jangan Disetrika
Saya selalu wanti-wanti buat orang yang mau strika clodi, karena itu yang bikin insert saya tipis hiks, apalagi kebiasaan semprot semprot pewangi sebelum setrika itu yang bikin insert kacau. jadi mending setelah dijemur langsung susun clodi dilemarinya tanpa disetrika. Daripada capek-capek nyetrika malah ngerusak kan, hehehe.

-Stripping

Sempet kejadian insert kaku-kaku dan tipis itu, pas saya tinjau ternyata ART salah paham soal penjelasan saya tentang penggunaan detergent, jadi clodi itu selama ini dicuci pakai detergent bayi, dan hanya liner yang kena pup yang dicuci paka Ansav, aaaaaakkk langsung saya minta stripping semua insert, jadi setelah dicuci dengan cara yang benar seperti biasa, clodi di rendam air panas, tunggu sampai dingin, kucek kucek, keringkan jemur kembali.

Kadang saya cuci clodi sendiri, kadang diserbu mertua atau mama saya duluan buat di cuci (saat tinggal di mertua atau di rumah mama) kalau ada ART, ART yang cuci, jadi pengetahuan cuci clodi in semua harus tau, demi keawetan dan keiritan beli clodi di masa depan :p

Friday, 14 August 2015

Menidurkan bayi

Balada ngerawat bayi emang banyak ceritanya dan banyak pro-kontranya
Pakai popok kain traditional, popok sekali pakai, atau clodi
ASI atau sufor
Makanan bayi instant atau buat sendiri
Sampai menidurkan bayi dalam gendongan atau tidak 
Dan masih banyak lagi ya sebenernya yang jadi bahasan dalam merawat bayi, apalagi tinggal sama orang tua atau mertua belum kalau ketemu atau dikunjungi saudara-saudara yang berpengalaman lebih dulu pasti kena pendapat terus, emak emak amatir pasti dianggap belum bisa dan awam padahal emak-emak amatir jaman sekarang punya internet yang ngasih banyak informasi kan, hihihi (pembelaan)

Kita mengenal istilah "bau tangan" katanya bayi yang biasa di eyong (menidurkan bayi dengan cara mengayun-ayunkan badannya dalam gendongan) akan bergantung terus dan selalu ingin di lakukan dengan cara yang sama setiap ingin tidur. Dan kalau orang tua tau bayi kita seperti itu, mereka panik dan menganggap hal itu tidak baik. Percaya? saya kurang percaya karena hal ini terjadi sama baby R. Waktu baby R awal awal lahir kan dia sangat rewel, atau kalau malam sulit tidur, sering kita eyong supaya dia bisa tidur, pernah kejadian saat kita naro dia di box atau kasur dia bangun dan menangis, sempat tidur sebentar dan bangun lagi sambil nangis, terus orang-orang menjudge dia bau tangan -,-

Kalau menurut saya semuanya tergantung mindset ibu atau orang yang merawatnya, ketika kita bilang dia bau tangan berarti setiap mau menidurkan kita eyong dan jadilah yang bau tangan itu emaknya  atau orang yang ngerawatnya. Karena istilah bau tangan keluar dari pikiran kita bukan dari bayinya, kita cuma menerka-nerka maunya bayi bukan yang sebenarnya terjadi pada bayi.

Baby R satu setengah bulan


Baby R bisa tidur dengan macam-macam cara, tidak harus selalu di eyong dan di eyongpun bukan hal yang buruk! Kebanyakan orang menghindari menggendong anaknya agar tidur dengan cara menyusuinya sambil tidur, ketika bayi tertidur setelah menyusui bu ibu tidak berani menggerakan bayi sedikitpun dan turun dari kasur pelan-pelan agar bayi terus tertidur tanpa membuka mata sedikitpun, hihihi. Sepengalaman saya sebagai ibu baru selama 4 bulan ini, cara tidur bayipun berkembang seiring bertambahnya usia bayi.
Waktu baby R tidur dalam gendongan dan menangis saat disimpan, saya gendong berdiri lalu keluarlah suara "burp", ternyata ada udara yang mengganggu tubuhnya ketika dia tidur mendatar, kalau di gendong kan kepala bayi lebih tinggi dari badan, setelah selesai sendawa dia akan kembali mengantuk (kadang ngga sih, itu artinya dia belum mau tidur aja kayaknya), kalau waktu baru lahir sih malem emang susah tidur ya, hehehe.
Baby R bisa "menangkap" ngantuk dan tidur sendiri tanpa di eyong atau di stimulasi apapun, kalau dia udah kenyang, tidak terganggu apapun panas atau dingin udara, dan tidak pup, biasanya saya taruh di box, atau di kasur, mungkin buat orang lain akan menyangka dia tidak mau tidur, tapi ada perilaku dia yang saya pikir "dia sudah mau tidur" seperti matanya mulai sayu, mengenyot tangan (bukan selalu berarti lapar), ngoceh ngoceh, saya diamkan beberapa saat, kadang agak lama ya bisa sampe setengah jam sampe dia betul-betul tidur.
Kadang saya nyalakan musik di box dan putar boneka yang menggantung diatasnya juga bisa buat dia tertidur.
Ditaruh di bouncher sambil ditinggalin juga baby R suka ketiduran.
Karena saya belum bisa dan belum biasa menyusui sambil tiduran, setelah menyusui kalau saya taruh di kasur dia masih melek, saya tepuk-tepuk lembut badannya lama-lama baby R juga tidur.
Di mobil pastinya gausah diapa-apain juga biasnya tidur ya, tapi kadang baby R malah ga tidur karena tertarik sama pemandangan luar mobil, hahaha.

Tapi semuanya balik lagi ke sifat bayi sih, dari sudah ingin tidur apa belumnya, kenyamanan pada badannya (kepanasan atau kedinginan), kondisi popok, dll. Yang jelas istilah bau tangan itu gimana mindset ibunya, kalau kita anggap dia bau tangan maka kita akan selalu menidurkan dia dengan cara itu. Trus kalau kita selalu menidurkan dengan cara menyusui apa ya namanya? bau susu? :p

Wednesday, 12 August 2015

ASI Ekslusif 6 Bulan

Baby R 2 bulan

Bayinya berapa bulan? masih ASI?
Pertanyaan umum yang ditanyakan orang-orang ketika melihat bayi. Kita semua pasti tau kalo ASI (Air Susu Ibu) memang susu terbaik bagi bayi, susu formula terbaik dan termahalpun ga ada yang bisa gantiin bagusnya gizi ASI bagi bayi. Dan banyak fakta-fakta menyusui yang ternyata memang bagus bagi bayi dan ibunya. Kali ini saya ingin cerita pengalaman baby R (Reiko) mendapatkan dalam mendapatkan ASInya dan asupan gizinya sampai sekarang berumur 4 bulan 12 hari.

Sampai sekarang saya selalu bersyukur melahirkan di rumah sakit yang pro-ASI eksklusif ya walaupun banyak suka dukanya untuk ngejar ke-Ekslusif-annya (baca di Baby Blues Story). Pertama kali meyusui setelah IMD dan obeservasi bayi yang dirasain itu perasaan kayak waktu jama SMA suka sama kakak kelas, tau ga perasaan kayak gitu? yang kayak ada kupu-kupu diperut? saya baru tau ternyata hal ini bisa dijelaskan secara ilmiah, katanya menyusui itu bisa meningkatkan hormon oksitosin, hormon yang sama yang bekerja saat seseorang jatuh cinta, lucu juga yah menyusui itu meningkatkan rasa jatuh cinta kita sama bayi, begitu juga sebaliknya.

Kata dokter kenapa bayi kebanyak tertidur setelah diberi ASI, karena ASI punya zat yang bikin bayi ngantuk, tapi ternyata ga terjadi sama bayi aja hormon yang dikeluarkan saat ibu menyusui pun ada hormon santai yang akan membuat ibu juga merasa mengantuk, makanya kadang habis menyusui saya berbaring sebentar untuk beberapa menit buat recharge tenaga lagi, hehehe.

Dari dulu saya suka kalau ngeliat moment moment menyusui, bukan manusia aja tapi hewan juga, karena dulu suka ada kucing liar yang numpang melahirkan di rumah saya suka taroin anak-anak di kardus, dan indung kucing suka masuk kardus buat tidur sambil nyusuin anaknya, indungnya suka merem-merem ketika anak-anaknya berebut susu di perut ibunya, it's so natural anaknya terlihat percaya dan sangat bergantung sama ibunya. Bayi manusia juga suka bergelayut manja kan kalau sedang menyusu, seolah-olah bayinya memberi tanda kalau ga ada ibu saya ga bisa apa-apa, hihihi

Saya ga bisa bilang baby R dapat ASI Eksklusif banget sih, mungkin hampir eksklusif karena beberapa hal, selain karena baby R pernah bapil dan dikasi obat dan vitamin sama dokternya, ada cerita lain yang bikin baby R dapet ASI hampir Eksklusif, ceritanya agak malu maluin dan lucu sih.. tapi saya cerita aja deh buat sharing pengalaman.
Waktu itu saya lagi tinggal di rumah mamah saya, ceritanya saya sakit perut ga tertahankan pas banget baby R bangun dari tidurnya dan langsung pengen mimik ASI, saya bingung mana yang harus diduluin, ke toilet atau nyusuin. Karena keliatannya masih bisa anteng mamah nyuruh saya ke kamar mandi aja biar baby R digendong mamah dulu biar lupa buat pengen mimik, lari lah saya ke toilet, setelah di toilet taunya baby R nangis dan pengen cepet-cepet mimik ASI nangisnya makin kenceng dan ga bisa dialihkan perhatiannya akhirnya mamah yang panik nyendokin lah air putih ke baby R katanya biar tenggorokannya ga kering banget, "kasian pasti dia haus banget sampai nangis gitu" Saya taunya ASI ekslusif itu bayi ga dikasih apapun selain ASI, sambil marah-marah saya kasih tau mama kalau baby R sekarang ga lolos ASI ekslusif, tapi kalo dibayangin lagi sekarang ceritanya jadi bodor aja bukannya sedih, toh sampe sekarang makanan pokok baby R masih ASI, hihihi. 

Dan kejadian ini terjadi juga sama anak kakak saya yang baru punya anak bulan Juli kemarin, jadi kakak saya yang laki-laki ingin bawa istrinya keluar, sedikit jalan-jalan saat bayi tidur dengan estimasi bayi baru bangun 2 jam kemudian, ternyata belum sampai 2 jam bayi sudah bangun karena ternyata waktu bayi tidur itu belum sempat disusui tapi keburu tidur. Bayi baru lahir itu nangis lah menjerit-jerit kelaparan, mamah air putih panik dan akhirnya nyendokin air putih lagi walaupun tau hal itu akan menghilangkan ke-ekslusifan asupan ASI. Istri kakak saya kecewa karena tau persyaratan ASI ekslusif, tapi ya mungkin itu memang resiko meninggalkan bayi ya, ide mamah memang cukup bikin bayi berhenti nangis beberapa saat. hehehe

Baru baru ini ada iklan di tv soal ASI, jadi yang disebut ASI eksklusif itu tanpa makanan pendamping, seperti bubur atau biskuit bayi. Tapi ya bebas sih bu ibu merepresentasikan ASI ekslusif itu bagaimana, kalau saya yang penting ASI masih jadi makanan pokoknya dan insha Allah ingin sampai 6 bulan baru dikasi MPASI dan ASI tetap diberikan sampai 2 tahun seperti yang ada dalam Al-Qur'an. Amiiinnn..


Monday, 10 August 2015

Cloth Diaper Action (Review Clodi)

Berhubung baby Reiko lahir dengan badan yang kecil banget, belum mungkin buat langsung pake cloth diaper, pasti bakal bulky dan kasian sama kaki kecilnya, jadi untuk 3 minggu pertama Reiko pakai popok kain biasa, tapi saya lapisi liner yang menjadi asesoris clodi, disini liner sangat berfungsi, selain halus untuk pantat bayi, buat bersiin pup jadi lebih gampang, tinggal di semprot air pup Reiko yang bertekstur pasta gampang pergi, sisa nodanya tinggal di kucek kucek deh. Kalau lagi tidur, saya suka alasi alas ompol yang dilipat 4 atau prefold, jadi ga basah kemana-mana pipisnya, ini yang buat Reiko ga bangun dan mikunya yang harus rajin cek apa popoknya udah basah kena pipis atau belum. Jadi selama pake popok, daerah pantat Reiko selalu dialasi alas ompol atau prefold sebelum kain bedong, biar ga langsung basah kemana-mana kalau pipis. 
Sampai berat Reiko mencapai 3,2kg saya coba pasangkan clodi newborn, dan ternyata cukup, horeee mikunya ga capek lagi cekin pipis Reiko kalau lagi bobo, dan Reiko bisa di boboin dimana aja tanpa takut basah kemana mana, hehehe. 

Newborn Clodi

Cluebebe coveria petite
-Model: Cover velcro
Cutting: Insertnya tebal, waktu dan agak lebar, mungkin karena baby Reiko kecil ya jadi kesannya gede aja walopun ga bulky.
-Daya tahan: soal ketahanan buat newborn 2-3 jam, karena baby Reiko mimi ASInya banyak, otomatis pipisnya banyak juga. Kadang cover bagian pinggang dan paha ikutan basah jadi harus ganti juga deh covernya.
-Additional Info: Clodi khusus newborn dari cluebebe dibuat cover, karena intensitas pup masih sering jadi kalo keburu kena pup dan ga meleber kemana-mana tinggal ganti insertnya. Karena saya selalu pakein liner kadang kalo pup cuma kena liner dan insertnya belum basah banget saya ganti linernya aja. 


GG lil G
-Model: Cover velcro
-Cutting: GG ukurannya lebih kecil dari Cluebebe insert juga lebih tipis jadi lebih pas buat kaki baby Reiko yang trim
-Daya Tahan: Saya sempet ga yakin apa ini bisa menyerap ompol dalam waktu lama atau tidak tapi ternyata bagus bisa sampai 2-3 jam juga, memang lebih mudah tembus kalau udah penuh, bukan ke karetnya aja tapi ke daerah pantatnya juga dalam jangka waktu yang sama dengan Cluebebe. 
-Additional Info:Saking tipisnya insert bisa kita pasang double biar lebih tahan lama, tapi ya karna masih sering pup emang bakal sering diganti juga insertnya.

All size clodi

Babyland
-Model: Cover snap
-Cutting: awal awal memang terlihat kebesaran tapi seiring bertambah panjang dan berat baby Reiko sekarang ngepas ngepas aja di setting ukuran M.
-Daya Tahan: Insert Bbabyland yang dipakai yang bahan bamboo terkenal punya daya serap tinggi, daya tahan bisa sampai 6 jam lebih buat insertnya jadi kuyup dan pahanya kena basah, ini dipakai lama baru pas umur 3 bulan keatas, sebelumnya dipakai cuma 3-4 jam.
-Additional Info:Karena bentuknya cover kaadang saya masukin insert cluebebe, karena daya tahan covernya lebih bagus, belum pernah bocor di daerah pantat kayak cluebebe, hehehe Katanya sih insert bamboo susah keringnya, tapi kebetulan di rumah lagi sering panas, jadi kering kering aja tuh. hehehe. 

GG Original
-Model: Pocket velcro
-Cutting:Kalo pake insert yang ada masih kegedean dan kalo di set ukuran M insert nyembul keluar, jadi di umur Reiko 4 bulan ini dengan berat 6,6kg insertnya dipakein yang cluebebe petit yang dulu pernah di beli banyak, lumayan jadi trim dan enak dipakein ke babynya.
-Daya Tahan: dicoba paling lama dipake itu dari abis mandi pagi sekitar jam 9 sampai mau mandi sore sekitar jam 4 baru ganti, paha kiko agak lembab karena basah dari clodi tapi ga sampai bocor keluar
-Additional Info: ada double leg gusset tapi ini yang bikin masukin insertnya jadi agak ribet, tapi enak enak aja sih.

Cluebebe Pocket
-Model: Pocket velcro
-Cutting: insertnya masih dimasukin insert yang petit dengan ukuran S, pas dan enak buat bayi yang ga terlalu gemuk.
-Daya Tahan: suka sama daya tahannya cluebebe ini karena belum nemu bocor atau lembab lewat manapun Dipakai bisa sampai 9 jam dari tengah malem ganti sampai nunggu mandi pagi, lapisan PULnya juga lebih lemes, dan lentur, sama dengan GG sih, tapi daya tahan lebih oke.
-Additional Info: termasuk clodi favorit saya karena pas di paha baby Reiko yang ga terlalu besar, tempat masukin insert juga bukan di pinggang belakang yang bisa bikin bocor tapi di depan dan ada inner tambahan buat nutupin insertnya,ga punya double leg gusset. Masukin insert microfibernya lebih mudah.

SgBum
-Model: Pocket snap
-Cutting: Ini saya suka karena cuttingnya pas walaupun ga ada double leg gusset
-Daya Tahan: Sama okenya dengan cluebebe
-Additional Info: Brand Singapore, termasuk yang favorit juga, insertnya microfiber. 

Ecobum
-Model: Pocket Snap Minky
-Cuting: tadinya saya berharap banyak, tapi ternyata bulky banget di baby Reiko, mungkin cocok buat bayi berpaha besar
-Daya Tahan: Sama dengan GG sih, walaupun bisa sampai 7 jam tapi basah di paha.
-Additional info: saya pakei insert SgBum karena dapet dua, insert bamboo bawaannya panjaaang banget harus dilipet2 dan malah bikin makin bulky.

Ecobum pant:
-Model: Snap Pant
-Cutting: pas sih, tapi kok bahannya agak keras gtu ya kurang flexibel buat Reiko.
-Daya Tahan: Bisa lama juga bisa sampai 7 jam lebih dan ga bocor, cuma ga suka bahannya aja kurang enak dipakeinnya.
-Additional Info: Insert bamboonya ga keras juga ga selentur bamboo babyland, kalau di kucek keras gitu.

PemPem
-Model: Cover Velcro
-Cutting: Pas di Reiko, mungkin memang cocok dengan cutting kecil ya karena baca baca blog buibu lain bilangnya pempem ini kecil.
-Daya Tahan: Sebenernya lama juga kayak Cluebebe, tapi kalo lupa "ngakalin" tem[ay masukin insertnya bisa bocor lewat situ tuh.
-Additional Info: Insert Microfibernya enak lentur, lebih enak masanginnya.

Sejauh ini semua clodi yang dibeli belum ada yang mengecewakan, kecuali waktu saya tau PRT rumah salah paham soal detergen cuci, awal-awal dia malah cuciin pake detergent bayi merk Sleek yang katanya kalau ke baju bayi lembut banget, tapi kalau ke insert ngancurin daya serapnya, akhirnya saya kasih tau yang benar, dan menstripping inser-insert, daya serap alhamdulillah kembali lagi. hehehe


Wednesday, 29 April 2015

Baby Blues Story

Cerita tentang mental yang lupa dipersiapkan sama emak amatir ini, adalah mental setelah kelahiran bayi. Yang saya tau merawat bayi itu seneng-seneng aja dengan kelucuannya, nangis itu normal tinggal di nenenin dan ditidurin. Tapi kalau tiap 15 menit tidur udah bangun lagi terus nangis kenceng ga berenti-berenti kan stress juga.

Setelah melahirkan, baby Reiko IMD beberapa menit, karena udah keliatan bisa menghisap puting dengan bagus jadi baby Reiko diambil untuk perawatan baru lahir. Saya heran bayi ini diajarin dari mana ya? begitu nempel deket puting dia bisa nyedot dengan kuat walopun belum ada isinya, Masya Alloh ngeliatnya dia nyedot kayak kelaperan gitu, ternyata yang disedot baru kolostrumnya.

Setelah proses observasi lahiran yang makan waktu semaleman plus proses lahiran seharian, yang di nanti saya adalah tidur, istirahat panjang. Tapi harapan itu sirna, karena setelah lahiran ga tenaga seolah habis dan masih ada efek-efek trauma yang bikin susah tidur lelap, bisanya merem-merem sambil terbayang proses lahiran dengan efek tegangan induksinya. Pindah ke ruang rawat saudara-saudara banjir datang memberi selamat, seperti cerita di postingan sebelumnya saya cerita ke saudara-saudara dengan ngoceh ngoceh kayak lagi mabok, yang diliat di penglihatan samar-samar kayak lagi di alam mimpi tapi saya berusaha terus bicara cerita tentang proses lahiran. Setelah saudara-saudara pulang, saya coba tutup mata lagi masih seperti itu.

Sampai bayi datang untuk rooming-in, awalnya seneng-seneng aja liat bayi masih tidur, masih ga percaya kalau wajah dan bentuk itu yang selama ini berkembang di perut saya selama 38 minggu. Sampai bayi bangun emak amatir yang clueless tentang tangisan bayi ini rasanya pengen nyerah aja, tangisannya kenceng banget, coba di nenenin tenang sesaat terus ditidurin di box nangis lagi. Saya tau banget itu dia nyedot-nyedot nenen saya belum ada ASInya, masih cairan-cairan bening gitu, tapi dia nyedot bisa sampai sejam lebih. Akhirnya sekitar jam 3 dini hari saya nyerah karena kehabisan tenaga, walopun diliat suster tekanan darah saya normal, tapi kepala saya masih "dung deng" dan harus "gugurusukan" diatas kasur buat nenangin bayi tanpa inget jaitan itu bikin capeeek banget. Malam pertama dengan bayi suami saya masih tidur dengan cuek, saya juga ga tega banguninnya jadilah capek sendiri. Saya minta suster bawa ke ruang bayi aja, akhirnya saya bisa tidur sampai jam 6, dan jam 8 bayi datang selesai dimandiin dalam keadaan tidur dengan damai. Kalau siang tidurnya lama, tapi saya harus ngadepin tamu yang ga henti-henti datang, karena ruang VIP ga dibatas jumlah tamu dan ga dibatas jam jenguk jadi yang jenguk bebas datang. Kalau bayi bangun yang bisa dilakuin ya nenenin tapi mungkin ga kenyang-kenyang jadi rewel terus.

Malam selanjutnya suami lebih aware, di bahkan mau gendong buat nenangin bayi trus nyuruh saya tidur. Rooming-in memang program rumah sakit, disitu ibu harus langsung belajar mengurus bayi  seperti ganti popok, bersiin kotoran, menidurkan, nenenin dengan cara ditaruh di satu kamar, kecuali memandikan bayi, setiap jam 4 dini hari bayi diambil buat dimandikan dan kembali lagi jam 8 pagi. program rumah sakit lainnya yaitu ASIX atau ASI exclusive, bayi bisa bertahan tidak makan atau minum susu selama 3x24 jam, jadi walaupun ASI saya belum keluar rumah sakit tidak dengan mudah ngasih sufor untuk menenangkan bayi, efek sampingnya ya bayi rewel di satu kamar dengan ibunya dan ibunya bisa kena baby blues. Sebenenrya saya ga baby blues parah banget sih, cuma karena kurang istirahat rasanya ingin nitip bayi di orang sehariii ajaaa buat saya tidur dulu baru mau rawat lagi.Yang dipikiran saya ini rumah sakit jahat banget, saya kan abis melahirkan dengan observasi semaleman, asi saya belum keluar, ada luka jaitan juga, masih disuruh ngurus bayi.. mana yang tidur di rumah sakit cuma suami saya ga ada yang berjiwa keibuan lainnya. Tapi baru kerasanya sekarang, untung rumah sakit ga asal kasih sufor dan terus naro bayi sekamar buat di nenenin terus itu buat mancing ASI keluar.m

Berkali-kali saya bilang ASI saya belum lancar suster dan dokter ga ada yang nanggapin sebagai masalah besar, semuanya bilang "ada kok bu, terus aja nenenin, itu bayinya nyedot" bahkan ada dokter langsung mencet puting saya dan keluar lah si bening-bening sambil bilang "itu ada bu". Pernah juga di malam kedua saya ingin nitip bayi di ruang bayi untuk malam hari, susternya bilang harus ada stok ASI karena harus diminumkan 3 jam sekali, susternya menyarankan buat pompa ASI, pas saya coba yang keluar cuma cairan bening, saya bilang susternya "gimana ini sus, dipompa aja yang keluar buka susu, sedikit lagi airnya" sampai puting saya sakit di pompa dengan kekuatan maksimal susternya bilang "jangan diliat airnya tar kepikirannya dikit terus" akhirnya saya ga jadi nitipin bayi karena ga punya stok ASI dan drama ga tidur semaleman pun berlanjut lagi. Saya cuma bisa tidur dari jam bayi diambil untuk mandi sampai jam 6 pagi, karena setelah jam 6 saya susah tidur lagi.

Sampai di rumah, drama berlanjut lagi, bayi tidurnya cuma bertahan 15 menit dan bangun lagi, dan nangisnya itu kenceng banget dari rumah sakit sampai di rumah tangisannya masih sama kencengnya. Sampai saudara-saudara suami datang, bantu mandiin dan nenangin bayi, karena harus berhadapan dengan orang-orang saya masih belum bisa istirahat juga. Dan kalau siang emang susah tidur. Ga bisa tidur selama 5 hari, akhirnya saya terima kalau saya ga bisa tidur 4 jam, bisa tidur 2 jam aja alhamdulillah, dan coba cari selah-selah istirahatnya. ASI juga udah lancar berkat diurut emak emak paraji dan rajinnya MIL (Mother In Law) ngasih sayuran katuk, dan makanan-makanan booster ASI lainnya. Sekarang ASI malah banjir dan suka basahin baju. huehehe.

Well ya untuk anak kedua nanti mungkin saya bisa buat persiapan lebih matang (anak pertama belum sebulan udah mikir anak kedua aja). Alhamdulillah sekarang baby Reiko beratnya udah 3,2 kg dari 2,4kg, pipinya udah tembem, dan badannya udah berisi. Masih terus butuh semangat buat ngerawat bayi, sekarang ngerasanya masih pengen cepet gede aja bayinya, 3 bulan kek biar bisa diajak jalan-jalan, heuheuheu. Jam tidurnya masih variatif, pernah seharian bangun terus selama satu setengah jam sekali, semalem bangun sejam sekali, siang ini tidurnya agak lama yahh, masih butuh semangat buat saya nikmatinnya. Memang jadi ibu itu luar biasa ya.

Monday, 27 April 2015

Melahirkan normal induksi

Bismillahirohmanirohiim,

Akhirnya saatnya saya bisa share tentang pengalaman melahirkan saya, hari yang ditunggu-tunggu dan pengalaman setelahnya yang lupa saya persiapkan mentalnya yaitu merawat bayi, sempet kena babyblues juga karena ga bisa tidur selama kurang lebih 5 hari, tapi akhirnya saya bisa tidur dikit-dikit dan bisa terima kalau punya bayi itu emang ga bisa tidur seenak waktu hamil, mungkin cerita babyblues saya post di postingan berbeda ya, sekarang kita bahas pengalaman melahirkan yang saya alami, hehe.

Sabtu, 28 Maret 2015
Berawal dari kontrol mingguan ke dokter yang menyatakan kalau dedek udah turun panggul, seneng banget dipikir dalam waktu dekat udah bakal kerasa mules-mules terus lahir deh.. ternyata bayi udah masuk panggul bukan berarti langsung mau keluar juga. Dokter nyaranin buat cek darah biar pas lahiran ga perlu cek darah lagi. Di hari ini udah kerasa mules tapi belum teratur, malemnya juga perut kenceng-kenceng, mungkin ini efek euforia turun panggul, ga ada yang teratur jadi masih belum berfikir ke rumah sakit.

Minggu, 29 Maret 2015
Sibuk melakukan aktifitas yang dapat memicu kontraksi alami, mumpung suami masih di Bandung kan kalo mules-mules suami ga perlu bolak balik lagi, tapi ternyata bukan hari ini, suami berangkat ke Jakarta sambil harap harap gemas. Mules-mules kadang kerasa tapi ga teratur jadi masih nunggu aja di rumah.

Senin, 30 Maret 2015
Di rumah seperti biasa melaksanakan aktifitas jalan pagi, kali ini jalan paginya agak gemas lebih lama dan lebih cepat, ditambah gerakan berdiri jongkok yang sering sampe joget joget belly dance yang katanya bisa mancing kontraksi juga dilakuin (itu sih karena nemu lagu yang asik aja buat joget-joget :p). Siang nemuin sedikit banget air bening di celana dalem, iseng tempelin kertas lakmus, dan kertasnya berubah warna jadi biru, penasaran konsul deh ke bidan di rumah sakit, walopun sedikit ragu dan minta pendapat dokter lewat sms dan bbm akhirnya disarankan untuk cek ke rumah sakit. Malam itu juga ke rumah sakit untuk cek.

21.30
Cek kertas lakmus sama bidan, tapi ceknya bukan ala amatir macem saya yang cuma nempelin basahnya celana dalem ke kertas, ini kertasnya dimasukin ke vagina, pake tangan, di ubek ubek -,- ternyata kertas lakmus ga berubah warna, bidannya bingung apa bener ada rembesan atau ga, saya juga bingung.. apa kertas lakmus bisa berubah warna kalau bukan karena air ketuban? siang tadi apa ya? tapi dikit banget juga sih, kayaknya belum rawan juga, pikir saya. Rasanya ingin pulang saja dan melakukan aktifitas yang memancing kontraksi alami lagi, tapi bidan mau cek rembesan ketuban dengan cara yang lebih "mendalam" yang ternyata masih juga tidak ditemukan rembesan tersebut. Kata bidan mungkin itu keluar sedikit waktu siang aja.

22.30
Berdasarkan konsultasi bidan dengan dokter melalui telepon, dokter minta cek rekam jantung bayi atau CTG, selama 30 menit detak jantung bayi dipantau pergerakannya dengan output berupa grafik yang di print-out, hasilnya menurut bidan kurang bagus, bidan tanya apa saya sudah makan apa belum, saya bilang sebelum ke rumah sakit saya makan dulu. Lalu saya disediakan makanan lagi dan diminta cek lagi, ini agak makan waktu lama sampai 3 kali cek, hasil rekaman menunjukkan pergerakan bayi kurang bagus, sirna deh harapan pulang malem itu. Sayapun telpon suami buat berangkat ke bandung malam itu juga.

1 April 2015
Saran dokter yang disampaikan oleh bidan kalau hasil CTG masih kurang bagus juga bayi harus segera dilahirkan hari itu juga, salah satu cara mempercepat cara lahiran adalah dengan metode induksi. Agak takut dengan induksi, katanya mulesnya berkali lipat dari normal biasa, tapi berhubung ini anak pertama jadi saya belum punya perbandingan, selain itu juga kasian bayinya kalau ga segera dilahirkan katanya supply oksigen dan makanan udah ga diterima dengan baik sama bayi. Sekitar waktu ba'da subuh dokter dateng dan menjelaskan lagi maksud dari sarannya, beliau observasi lagi melalui USG untuk memastikan kalau proses lahiran hari ini memang dibutuhkan. Bukaan masih bukaan 1 tapi longgar, akhirnya saya terima apa aja saran dokter yang terbaik.

06.30
Suami sampai dari jakarta pada saat metode induksi pertama akan dilakukan, yang dilakukan adalah induksi balon, semacam karet balon berisi air dimasukan ke lubang vagina, jangan tanya sakitnya ya berhubung udah pasrah dengan apa aja yang dilakukan diubek-ubek lagipun terima-terima aja, jadi selain cek pembukaan metode ubek-ubek vagina dilakukan untuk induksi dan cek ketuban semalam. Ternyata metode balon ini bisa dibilang gagal, ga tau kenapa ada air ngalir dan waktu pipis balonnya lepas, harapannya dengan metode itu bisa sampai pembukaan 5, tapi ternyata di bukaan 3 udah gagal.

09.00
Karena induksi balon gagal, akhirnya pasang induksi infus. Disini baru kerasa deg-degan katanya ada yang sampai 2 labu ga kerasa mules atau pembukaan ga nambah bisa berakhir di caesar. Mungkin karena emang saya sudah punya mules walaupun ga teratur belum sampai 5 menit infus induksi dipasang mules-mules mulai kerasa, suami diajarkan cara pijit tulang punggung bawah oleh bidan untuk mengurangi sakit mulesnya, disini saya masih takabur "ohh begini toh mulesnya, masih bisa diatasi dengan pijit dan pola nafas senam hamil".

12.00
Sampai saya dipindah ke ruang VIP dan disuruh makan siang dalam keadaan mules-mules saya udah ngerasa ingin ngeden sedikit-sedikit, trus saya tanya "ini bukaan berapa ya? kok udah pengen ngeden?" setelah cek VT bidannya bilang baru bukaan 4, disitu saya kesel.. yaampuun mules udah lama dan pengen ngeden gini baru bukaan 4?? bidannya bilang "rileks aja bu jangan tegang, kalau tegang dedeknya susah cari jalan keluarnya jadi bukaan ga nambah banyak" akhirnya saya minta suami matikan suara televisi, redupkan lampu dan pasang musik instrumen yang selama ini suka saya pakai buat relaksasi meditasi, saya mencoba tenang dan terus mengatur nafas seperti yang sudah diajarkan di senam hamil, perasaan ingin ngeden makin kuat, ini yang paling menyiksa, pengen ngeden tapi ga boleh ngeden saya makin meronta-ronta sambil atur nafas sempet ga sengaja ngeden terasa ada air keluar saya kira pecah ketuban taunya kata suami itu darah yang keluar. Saya terus diingatkan untuk satu tarik nafas dan keluarkan terputus-putus untuk menghilangkan rasa ingin ngeden, tapi susah saya cuma bisa teriak "ini bukan mau saya.. ini otomatis ngedennya.. ga sengaja" setiap ga sengaja ngeden cuma bisa bilang "astagfirulloh..astagfirulloh.." buat lebih fokus saya baca "laila ha ila anta subhana ka inni quntum minald dzolimiin".Saya sempet liat beberapa bidan muda malah meringis ngeliat saya, ternyata saya baru sadar saya ditontonin banyak bidan muda, mungkin mereka diajak "nonton" sambil belajar kali ya, mumpung ruangan tersendiri jadi mau banyak orang masuk juga ga ganggu orang lain.

14.00
Bukaan bertambah menjadi bukaan 6 ga lama jadi bukaan 9, disitu saya masih belum boleh ngeden juga, kesel rasanya kan udah dikit lagi 10, boleh aja sih.. akhirnya saya teriak "mana dokternya?" karena saya terlihat ga bisa nahan ngeden terus akhirnya aliran induksi di stop dan saya ngerasa agak menurun tingkat tekanan ingin ngedennya walopun tetep ingin, ga lama dokter dateng dan tanpa VT lagi saya langsung boleh ngeden (ni artinya apa coba?), ngeden kurang lebih 4 kali akhirnya lahir juga Reiko Maritza Cetta Munsyarif hari Rabu 1 April 2015 jam 14.28 di RSIA Hermina Pasteur dengan berat 2,4kg tinggi 47cm. Bayi dibersihkan sebentar dan langsung IMD, bayi ini emang lahir kecil tapi pas IMD dia langsung diarahkan di puting saya dan menghisapnya kuat sekali, padahal saat itu ASI saya belum keluar, seneng rasanya begitu liat bayi mungil lucu diatas dada saya, sambil ngerasain sedikit celekit celekit jaitan, ternyata tenaga saya habis dan ga bisa fokus atau bangun kayak abis pakai narkoba (walopun ga tau pake narkoba rasanya gimana) pokoknya perasaan ada di alam mimpi, berusaha terus sadar dengan tenaga minim, mungkin ini efek induksi. Ternyata obat induksi hanya habis sepertiganya dan harus dihabiskan walaupun saya udah lahiran, perasaan tekanan itu masih ada tapi ga sekuat waktu masih ada bayi di dalem perut.

Reiko Maritza Cetta Munsyarif


Induksi sempet bikin saya trauma selama di rumah sakit, setelah melahirkan saya coba tidur karena mengingat saya ga tidur semaleman efek induksi masih ada dan yang diingat adalah masa masa proses pembukaan dan nahan ngeden terus, sempet mikir kayaknya ga kuat kalo nanti harus kayak gini lagi buat anak kedua, apa saya anaknya cukup satu aja ya? dan pikiran sebagainya yang bikin saya ga bisa tidur sampai saudara-saudara datang menjenguk.

Tapi sejauh ini saya puas dengan cara kerja dokter Evi Arijani, beliau ga asal ambil tindakan semuanya di observasi sampai benar-benar jelas baru mengambil keputusan dan menjelaskan alasan-alasan tindakan yang beliau ambil, jadi saya terima dengan baik saran-sarannya. Alhamdulillah suami juga sempet nemenin masa-masa sulit sampai dia sadar susahnya jadi ibu, itu tujuan saya keukeuh pengen ditemenin dia pas lahiran biar dia tau suka dukanya melahirkan, hihihi untung suami saya bukan tipe yang traumaan :p

Monday, 23 March 2015

Counting Down (38 weeks)

Perasaan perut udah kenceng-kenceng terus, tapi ga mules. Masih clueless yang namanya kontraksi mau lahiran itu gimana, huehehe. Mau ngitung berapa menit sekali juga bingung, karena ga tau ini kontraksi bukan ya? dan kadang perut kencengnya beserta gerakan bayi yang heboh sampe neken-neken yang kerasanya kayak nyubit organ dalem, nanggepinnya antara seneng dan sakit. Terakhir cek berat badan bayi masih sekitar 2,2kg, secara ukuran kalau lahir dengan berat segini bayinya harus di inkubator, kasian juga dedeknya kalau lahir sekarang-sekarang. huhuhu. Dan ga ngerti kenapa dokter bilangnya usianya 34 minggu, mungkin diliat dari berat bayi kali ya.. setelah bicara sama orang-orang banyak yang bilang yang bener sih dari itungan terakhir dapet aja, paling lambat 40 mingguan, kapanpun yang pentung dedek lahir dengan sehat ya.

Kalau sama orang hamil suka ada aja yang tiba-tiba jadi "paranormal" nebak-nebak buah manggis, semua serba ditebak "ini sih beberapa hari lagi brojol" padahal kata dokter HPL 11 April 2015, ada juga yang bilang "ah bayinya juga masih diatas" padahal di USG kepalanya udah di bawah walopun belum masuk panggul, dan masih aja ada yang nebak "anaknya cowok ya?" padahal dari USG udah keliatan cewek, sampe bingung orang-orang pada tau dari mana sih insting-insting itu? hahaha. Tapi ada aja sih yan tebakannya bener. Mungkin kebanyakan dari pengalaman pribadi ya, tapi ternyata dari situ saya sadar kalau kehamilan orang berbeda-beda setiap orangnya, apalagi setelah baca review-review melahirkan mak mak blogger lain, tahapannya berbeda-beda dengan deskripsi perasaan kontraksi yang berbeda-beda, ada yang ngerasa kenceng-kenceng aja, ada yang bilang mulesnya ga ketulungan, ada yang mendeskripsikan dengan santai kayak ga ada rasa sakit. Mungkin juga pas nulis blognya pas kejadiannya udah lewat jadi hanya ada rasa bahagia yang dituliskan, hihihi.

Saya dan suami udah ga sabar pengen cepet ketemu si dedek ini, sampe sampe suami bilang ke orang-orang dedek bakal launching akhir bulan ini, padahal HPL dari dokter katanya April, tapi seperti biasa, ga ada ramalan ya tepat, jadi sambil jalan aja sambil harap harap senang :)

Sekarang ini bawa badan malah semakin berat dan cepet ngos-ngosan beda dari biasanya, pada saat nulis blog ini pun perut lagi kenceng banget. Sampe setiap ada gerakan yang bikin ga enak di badan saya ajak ngobrol 
"ayo dek, mau keluar kapan? cari jalan lahir yang enak ya, yang gampang, kasih sinyal ke miku, ga apa apa miku sakit juga, jangan takut biar pas ke dokter tiba-tiba bukaan udah banyak, jadi ga nunggu lama-lama di rumah sakitnya"
Tapi ditambah lagi obrolannya dengan kalimat berikut
"Tapi kalo bisa lahirnya pas piku udah sampe Bandung ya, pengennya sih pas nunggu di rumah sakitnya ditemenin piku"
And i just wondering the child thought "ini emak banyak maunya deh"

Penyakit Gondongan yang sedang merebak

Wow, it's been very long time ago since the last post . Baru aja cek apa aku bisa masuk ke blog ini lagi? ternyata bisa moms ! hihihi. S...