Thursday, 11 February 2016

Membuat paspor anak via online

Saya mau sharing proses pembuatan paspor R minggu kemarin. Paspor yang dimaksud disini paspor buku seperti biasa ya, bukan yang elektronik. Karena pada saat saya berencana buat yang elektronik katanya ga bisa di Bandung, bisanya di tempat tertentu di Jakarta. Huhuhu
Anak yang dimaksud juga adalah anak berumur di bawah 18 tahun, karena masih belum memiliki ktp. Berikutnlangkah yang saya lakukan dan kesalahn yang tentunya tidak perlu Anda ulang. Karena saya merasa informasi kelengkapan data secara online dari badan Imigrasi masih kurang, dan ada uga kesalahan yang saya lakukan sampai saya harus bolak-balik. Maka saya berencana membagi pengalaman ini untuk meminimalisir orang yang bernasib sama. Hehehehe
1. Daftar online
Masuk ke web badan imigrasi https://ipass.imigrasi.go.id:9443/xpnet/faces/xpnet-main.xhtml lalu pilih pra permohonan personal. Sebelumnya Anda bisa mengklik petunjuk pengisian layanan paspor online lalu mengisi data sesuai petunjuk yang di download terlebih dahulu.
2. Email konfirmasi dan pembayaran
Kita akan menerima email konfirmasi dan diarahkan untuk melakukan pembayaran ke bank BNI. Ada lampiran yang perlu kita cetak terlebih dahulu, lalu melakukan pembayaran langsung ke bank BNI. Lalu kita akan menerima bukti pembayaran.

3. Konfirmasi pembayaran
Kesalahan saya adalah lupa melakukan konfirmasi pembayaran. Dan untuk jadwal kedatangan saya ke kantor imigrasi, saya mengacu pada tanggal yang saya pilih di pendaftaran awal. Ternyata H-1 saya berencana ke kantor imigrasi saya mengecek kembali email dan membaca poin poin keterangan. Baru saya mengkonfirmasi pembayaran dan mengecek tanggal kedatangan ke kantor. Ternyata pada tanggal yang saya klik sebelumnya sudah berwarna abu abu yang berarti sudah penuh, dan baru bisa mengatur jadwal untuk minggu depan. 
Saya masih kekeuh ingin melakukan proses pembuatan paspor besok, saya penasaran dan mencoba datang langsung ke kantor imigrasi untuk memastikan. Setelah bertanya pada petugas, barcode dari bukti pembayaran di scan dan keluar tanggal yang saya pilih pada saat konfirmasi pembayaran bukan saat daftar pertama. Oke, saya akan datang pada tanggal tersebut. 
4. Kedatangan pertama
Saya mendatangi kantor imigrasi Bandung yang berada di jalan Suci. Antrian panjang berada di dua sisi. Saya tidak langsung mengantri, tetapi masuk dan bertanya pada petugas kalau saya peserta online harus kemana. Lalu petugas mengarahkan untuk baris di antrian sebelah kiri kalau dari arah gerbang. Ga banyak yang tau tentang ini karena tidak ada plang keterangan nama antrian. Jadi sebenarnya itu antrian bercampur. Masih ada orang offline yang antri di antrian online. Padahal yang antri online sebenarnya ga sebanyak offline, jadilah antrian tetap lama karena yg offline tetap diarahkan, tidak disuruh balik antri. Di antrian itu saya banyak menyadari kesalahan. Kenapa orang-orang sudah membawa map dan berkas-berkas yang saya tidak ketahui? Lirik punya lirik saya menemukan papan pengumuman berisi list berkas yang harus di bawa untuk anak dibawah 18 tahun. Dan saya menyadari banyak yang belum siap. 
Saya tetap antri walaupun masih ada berkas yang kurang. Siapa tau setelah dapet nomor antrian saya bisa pulang dulu dan kembali lagi. Melihat antrian yang panjang, pasti sempat. Ternyata dari petugas pengambilan antrian saya udah kena dari KTP asli yang lupa saya bawa! Karena terselip di mesin scan rumah saya, terakhir saya fotokopi KTP di alat itu. Ini benar benar lupa. Jadi memang seluruh berkas persyaratan harus dibawa bersama aslinya, dan petugas pengambilan nomor tidak mau menerima sama sekali jika ada berkas yang kurang. Petugas bilang antrian dibuka sampai jam 2. Akhirnya saya pulang untuk membereskan semua persyaratan mengejar sebelum jam 2. Sampai saya balik lagi sekitar jam 12, saya tanya petugas lain, dan dibilang antrian di tutup sampai jam 10! Kesaaal tau gitu saya ga balik lagi, huhuhu. Sampai liat banner, bener juga antrian ditutup sampai jam 10. Tapi kenapa petugas kemarin bilang sampai jam 2?? Ahhh miskom apa gimana sih? Akhirnya saya memutuskan untuk kembali lagi besok pagi. Sebenarnya datang ke kantor lebih baik sejak sekitar jam 7 pagi agar dapat antrian pertama. Waktu saya buat paspor sendiri saya malah datang jam setengah 7 dan masih sepi. Dan saya dilayaninpaling pertama. Tapi sekarang ceritanya lain, dan langkah antrianpun berbeda. Saya harus bawa R juga dari pagi dan tau kan Mempersiapkan bayi dipagi hari. Sipain air mandi R, sarapan R, R mandi, lalu saya mandi dan saya sarapan. Langkahnya lebih panjang dibanding bawa diri sendiri. Hehehe
5. Kedatangan kedua, wawancara dan foto
Sampai kantor sekitar jam setengah 9 dan mengantri lagi. Alhamdulillah kali ini antrian lancar dan lolos sampai dapat nomor antrian. Hanya saja ada beberapa yang miss lagi mengenai berkas. Tapi untungnya kalau sudah lolos antrian dalam, orang dalam lebih fleksibel buat berkas yang kekurangan. Dan waktu R dapet antrian lama sekali sampai lewat jam istirahat. R keburu capek sampai tidur di mobil. Untuk melewati waktu antrian yang akan cukup lama itupun saya sempat beli makan siang yang belum sempat di makan karena R tidur, ke toko buku sebentar, mengambil uang di ATM dan isi bensin.
Sampai pada tempat ternyata antrian sudah lewat nomornya. Lalu saya langsung masuk ke counter 1 karena disana tertulis khusus balita, orang tua, balita dan penyandang disabilitas. Saya bilang kalau anak saya tidur karena menunggu antrian yang lama. Akhirnya saya setelah di cek kelengkapan masih ada yang kurang dan diminta untuk melengkapinya. Yang kurang adalah:
- fotokopi ktp orang tua harus berada dalam satu lembar kertas dan tidak di potong
- fotokopi surat nikah tidak hanya depannya yang terdapat foto kedua orang tua tapi juga dengan isinya yang berisi data orang tua.
- surat pernyataan pribadi, saya pikir surat pernyataan orang tua itu pengganti pernyataan pribadi, ternyata dua-duanya harus ada. Form surat pernyataan pribadi bisa diambil di pos depan, kalau pernyataan orang tua diambil pada saat mengambil nomor antrian. Bilang saja kita sedang membuatkan paspor untuk anak.
Akhirnya R dapat giliran wawancara dan foto. Petugas didalam bertanya kemana saya bilang aja mau jalan jalan. Hihihi. R dapet bonus permen dari petugas, tapi permennya dibiarkan R pegang-pegang aja tanpa dibuka plastiknya, karena masih 10 bulan dan belum kenal permen yang manis banget. Hihihi
(Saya juga berjanji dalam hati tidak akan mengenalkan duluan snack permen, ciki, coklat diluan sebelum R yang minta duluan)
6. Pengambilan paspor
Pengambilan paspor bisa dilakukan 3 hari kerja setelah foto. Kita harus ambil nomor antrian lagi tapi tidak dibatas jam 10. Disini ada kesalahan lagi. Bukti pembayaran terakhir saya kumpulkan di map kuning waktu R foto. Tapi ternyata waktu pengambilan paspor harus disertakan bukti pembayaran. Jadilah saya harus ke bagian informasi untuk mengambil nomor permohonan dan kembali lagi tempat pengambilan nomor antrian. Tidak lama kemudian saya mendapatkan paspor R. 


Alhamdulillah, setelah ini berdoa biar dapat rejeki untuk mengisi buku paspor ini sampai 5 tahun kedepan bersama keluarga kecil kita. We do love travelling around the world 😊😊

Thursday, 24 December 2015

Balada Full Time Mother

Kalau menurut saya bayi itu seperti kertas putih dan ibu adalah pena, lingkungan adalah pensil warna bagi kertas tersebut.. Fungsinya sama, tapi yang satu cuma punya satu warna tegas dan yang satu memiliki beragam warna which is akan banyak mempengaruhi sifat bayi. Setiap bayi memang memiliki sifat dasar yang berbeda beda, lalu dipertegas oleh ibunya dan sedikit banyak lingkungan yang akan banyak mempengaruhi.
Sebagai FTM saya jadi punya banyak rencana yang ingin saya tuliskan di kertas putih ini, saya ingin anak saya bebas mandiri dan beragama (kayak slogan partai apa gimana ya) membuat dia bisa memilih sendiri hal yang baik untuknya. Emang masih bayi belum ngerti ya secara omongan kita masih satu arah, tapi saya percaya secara alamiah bayi itu punya insting. Contohnya, R biasanya susah dikasih minum air putih, tetapi waktu R diumur 7 bulan R sakit batuk pilek yang dimana perlu banyak cairan R mudah ditawarkan air putih dan menyusu, setelah sehat dia ogah lagi rajin rajin minum air putih kecuali kalau benar benar haus. Rencana kita belum tentu sama dengan rencana orang lain, bahkan bisa berbeda dengan ibu sendiri apalagi MIL. 
Saya ingin anak saya biasa duduk di carseat, makan ala BLW dengan harapan terhinfar dari picky eater dan selalu bisa makan bersama dinjam makan, tidak terlalu banyak dilarang ini itu dalam geraknya, berbicara dan berbahasa yang baik. Itu harapan yaaa, yang mempengaruhi sukses dan tidaknya ya si pena dan pensil warna itu plus sifat dasar bayi sih, hehehe
Sedihnya R kemarin kemarin udah biasa duduk di carseat dan kita bisa jalan berdua dengan tenang, 3 hari kemarin R nangis kejer kalau saya nyetir, akhirnya harus dipegangin orang saya pikir awalnya karena laper jadi pengen nyusu, tapi ini setiap jalan R nangis terus pengen nyusu padahal saya pikir R udah cukuo kenyang. Saya ga tau apa karena mau umur 9 bulan udah mulai muncul sifat ga mau lepas sama ibu atau carseat bau dan R tidak nyaman di carseat atauuu beberapa hari saya di Bandung R agak dilonggarin disiplin duduk di carseat karena neneknya pengen gendong R di kursi depan 😔 acara makan BLW pun jadi mix ga jelas, tadinya saya mau kasih bubur sekali kali buat boost berat badannya yang susah naik tapi dengan tetap duduk di HC, tapi kalau neneknya maunya suapi sambil digendong jadilah R lebih suka disuapi sambil digendong ketimbang duduk di HC, sayapun menyesal melonggarkan aturan, akhirnya saya bilang "sambil duduk aja nanti kebiasaan digendong lagi" dan sepertinya saya harus memulai dari nol
lagi memperkenalkan BLW dan disiplin carseat, dan kebiasaan lainnya yang ingin saya terapin. 
Saya bersyukur jadi FTM jadi bisa mengontrol sendiri perkembangan anak saya, pernah ada rencana meninggalkan anak untuk bekerja malah dipertemukan sama ibu yang berhenti bekerja karena anaknya telat berbicara, jadi ceritanya anaknya ga bisa fokus dan bicara di umur hampir 3 tahun, penyebabnua dipastikan karena pengasuhnya dulu waktu jaga anaknya hanya menyimpan dia di bouncher dan di hadapkan ke tv, dan tidak banyak interaksi, bahkan makanpun disuapi aambil menghadap tv, sedih banget kan dengernya langsung parno deh mau ninggalin anak. Suami mau ajak jalan jalan dengan ninggalin anak beberapa hari aja saya rasanya beraaaat banget banyak pertimbangan walaupun bisa nyimpen ASIP taoi saya ga percaya aja R dipegang orang selain saya even itu ibu saya atau MIL karena yang saya rasa pola pikir pengasuhan kita berbeda. Parno berlebihan, sama tanggung jawab beda tipis ya 😁
Nanti deh kalau R udah lewat 2 tahun baru saya berani titip titip atau paling cepet setaun dan sudah bisa dikategorikan aman bisa minum susu pengganti ASI antara UHT, susu steril atau sufor (the last choice) tanpa dot, karena R agak susah minum dari dot. Dan saya masih clueless gimana cara dia tidur tanpa nyusu langsung dari pabriknya 😅 somebody pelase tell me how your baby start sleeping without breastfeed 😁
Saya selalu berdoa semoga keluarga kita selalu berjalan dalam lindungan Allah swt, dan kita selalu berjalan mengikuti ajaranNya, aamiiinn. 

Wednesday, 4 November 2015

Cerita Pro kontra BLW (R)

Bubur%20Gasol%20Beras%20Coklat%20Ayam%20Bawang

Buah%20naga%20for%20Halloween

Kalau pulang ke Bandung dan ketemu keluarga pasti pro kontra sama cara makan R, dan yang paling keras kontra itu ibu saya sendiri. Mertua malah oke oke aja, waktu MIL iseng ngomong ke R "aduh makannya berantakan~" FIL malah jawab "kan masih belajar makan, ga apa ya" dan entah kenapa dengan kata kata itu saya ngerasa terhibur banget karena ibu saya walaupun terkesan membiarkan saya memilih metode makan R yang saya pilih, tapi selalu mewanti wanti "ga apa apa cara kaya gitu tapi ditambah suapin juga, kasian ga kenyang" malah pas ngomong ke R "kamu jadi kurus gini, kasian makannya ga bener jadi kurang gizi" deeeeng rasanya sedih banget R dibilang kurang gizi -_- saya sebagai emak amatir yang plin plan dan suka galau jadi goyah, padahal sebelumnya udah yakin bin mantap mau kasi makan metode blw. Padahal saya udah jelasin, prinsip di Baby Led Weaning itu bayi umur 6 bulan sampai 1 tahun masih belajar makan, kalau ga kenyang ya pasti minta ASI, dan bukannya kandungan ASI itu terbaik dan memiliki banyak nutrisi? Tapi yaaa mungkin karena ibu saya kurang pengetahuan mengenai BLW aja kali ya..

Jadi perjalanan pro-kontra BLW ini dimulai saat sampai di rumah mertua, pagi pagi saya ingin kasih R buah seperti biasa, saya minta buah naga yang di kulkas, saya potong potong biar bisa digenggam R sementara MIL, FIL dan suami siapin tempat makan R, karena ga ada HC atau BS di Bandung jadinya matras yang di lap plus bantal buat sandaran jadi tempat makan R. Dan semua ketawa ketawa liat cara makan R, terhibur dan mendukung acara makan ini.. Malah begitu beres saya masih cuci tangan dan mulut R, MIL udah langsung beresin sisa2 berantakannya buah naga, mereka ga masalah sama sarung bantal yang dipeperin buah naga sama R, FIL selalu bilang "kalau buat cucuku ga apa apa".
Trus kita main ke rumah saudara, bingung lagi R mau dikasih makan apa, karena biasanya di rumah saudara ini ada lalapan saya pikir coba kasi timun, selada dan kentang. Tapi ternyata lalapan kali ini tidak tersedia trus ditanya "biasanya makan apa? Coba cari di kulkas siapa tau ada" akhirnya saya menemukan kentang, labu, dan timun. R makannya udah lancar dan lahap walaupun berantakan dan jatuh jatuh yang dipegang, jadilah acara makan R jadi pusat perhatian disana walaupun ada selentingan yg khawatir dengan cara makan R "itu ga apa apa di makan langsung? Ga akan keselek?" Tapi Ya selewat aja, toh saya yang kasi makan, hehehe. Tapi MIL tetep kooperatif merhatiin R makan, kadang MIL juga gereget nyuapin R, labunya di pencet pencet sama jari biar ancur trus disuapin ke R. Hahaha. Padahal R sekarang bisa ngulum makananannya loh, dikunyah sama gusi, lidah mendkan makanan ke langit langit mulutnya biar makanan ancur. Kereeenn
Besoknya, R main ke rumah uyutnya.. Saya lagi lagi ga nyiapin makan R dari rumah karena emang ga ada apa apa yang cocok di makan R, akhirnya R tertarik sama lontong yah oke deh saya kasih lontong. Hmmm di uyut R ga banyak makan sih, sering main dan ASI aja.
Waktunya pindah ke rumah mama alias ibu saya, pagi pagi saya minta buah ga ada apa apa ternyata, yo wis dadakan, trus minta ketupat aja sama belanja di mang sayur buat makan siang R, ikan, bayem, jagung, kentang. Acara makan siang ngampar seperti biasa, dan R suka banget jagung manis seperti biasa. Disini mama oke oke aja, trus dikasih jus buah, R kalau dikasih yang cair maunya di sruput aja ala gelas, ga mau disendokin. Tapi mama terus nyeletuk seperti kata kata di paragraf atas, yang akhirnya saya beli bubur bayi instant rasa ayam bawang biar hati mama tenang, saya suapin deh ternyata R suka, saya liat komposisinya pake gula ... Hmmm yaudalah sekali kali, saya ga terlalu strict sih tapi tetep pengen yang terbaik buat R. Pulang dari Bandung ibu saya chat panjang lebar soal cara makan R, intimya disuruh buatin bubur saring dan disuapin, kemarin malah R mau disuapin jus buah sambil digendong jalan jalan aaaaaaa BIG NO NO!! Walaupun cuma mau nyoba sekali tapi parno bakal jadi kebiasaan, saya ga punya mba mba baby sitter atau ART yang bakal siap lari lari buat ngasi makan R tiap hari, saya mau R makannya duduk, semoga dengan cara ini berhasil yaa.. Bonus no picky eater tentunya, MIL sempet nany pas R pegang buncis "itu dia mau makan buncis?" "Kalau wortel di makan ga?" Saya ngangguk bangga "malah suka ma" "bagus ya ga pilihan makannya". MIL selama ini khawatir sama anak yang picky eater dan ga mau naik tekstur kalau makan, ada sepupu R yang masih ga bisa makan nasi sampai umur 2 tahun lebih, dan R sekarang udah kenal nasi malah tadi pengen nasi merah yang saya makan dan MIL pun senang. Hehehe

Yaa kontra belajar makannya R ternyata ada di di ibu saya sendiri, tapi mungkin emang karena mama selalu menggap waktu masih ASIX itu bayi ga kenal lapar, adanya haus jadi minum ASI, kalau bayi lapar harus makan makanya ASI ga dianggap mengenyangkan. Saya sendiri dulu ga ASIX 6 bulan malah berhenti ASI di umur 6 bulan,  tapi ga apa apa saya ga menyalahkan ibu saya karena pasti ada alasannya dan pemahaman jaman dulu kan emang beda sama hakan sekarang. 

Cita cita saya R dengan BLW ini bida makan sendiri dengan sendik diumur satu tahun, tau kalau makan itu harus duduk, dan ga picky eater. Bismillah yaa.. 

Monday, 2 November 2015

MPASI Stuff

Terakhir bahas persiapan peralatan MPASI dengen ekspektasi ngasih makan dengan metode Spoon Feed, atau konvensional atau bubur buburan dan nasi tim. Apa kalau ganti ke BLW perlatan ga kepake? alhamdulillah masih kepake, hehehe. Sengaja dari awal berniat ga akan beli barang yang cuma kepake buat bayi, baby cook atau sejenisnya yang fungsi dan porsinya khusus bayi tapi harganya mahal saya hindari :)



Takahi slow cooker saya sengaja beli yang 1,2 L karena setelah MPASI masih ingin kepake buat coba masak masakan sehari-hari, ternyata dari awal pake udah buat masakan makanan sehari-hari, lumayan gausah nongkrongin kompor, bisa sambil ngerjain yang lain atau main sama R, hehehe. Sampai sekarang udah pernah dipake buat bikin Sayur Lodeh, Sayur Kacang, Rendang, dan percobaan kue buat R (gagal) yang masih belum tau selahnya bikin cake di SC gimana. hehehe



Hand Blender akhirnya saya beli yang Bosch, asalnya pengen beli yang Philips tapi yang tersedia di toko itu dan buru buru juga perlu buat di bawa pindah plus MPASI sudah dimulai. Ternyata oke juga, saya kalau bikin puree atau jus jus gitu jarang pake air lagi, kalau pake Hand Blender tinggal di nyalain sambil ala bejek bejek, sampai airnya keluar sendiri dari buahnya trus lancar deh blendernya. Terakhir saya coba chopping daging sapi ga tau karena kepenuhan atau daging sapinya suhu ruangan ya jadi ga ancur, saya ciba taro freezer dan chop pas masih dingin dengan daging yang ga terlalu banyak ancur, choppernya juga berguna buat stok bawang-bawangan, saya chop dulu trus di stock di tempat kedap udara. Agak ragumau nge-grind oat di tempat chopper, ternyata bisa! :D

Tertarik beli Lunch Jar Zojirushi tapi ternyata harganyaaaa menohok, cuma untuk tempat makan kok seharga SC? buat saya sih kurang worth, karena kepakenya sekali kali, hehehe. Sampai sekarang aja baru kepake 2 kali. Akhirnya beli merk Krisbow beli di Ace Hardware dengan harga di bawah setengahnya Zojirushi. Beda model sih, tapi fungsinya sama bisa naro makanan dan tetep anget :)

Nah buibu beli yang mana? yang khusus baby apa yang bisa kepake lama? hehehe
pilihan ya, karena saya ga begitu memisahkan peralatan MPASI dengan peralatan dapur biasa, talenan, pisau, semuanya sama  asal dicuci sebelum dipake.karena BLW yang jadi piring adalah meja makannya R yang di HC, tinggal dilepas dan dicuci pake Sleek tiap beres makan ;)
Ga steril? hmmm bismillah deh alhamdulillah belum pernah sakit karena bakteri :p


Baby (R) Led Weaning

Yak udah lama yaaa ga nulis nulis lagi, padahal banyak banget fase hidup R yang pengen di share disini, tapi ternyata niat buka laptop itu lamaaa banget munculnya karena perubahan fase itu, hihihi

So now i'm officially a full time mother housewife
Sudah ngikutin suami sejak sekitar sebulan yang lalu (huraaaayyy), tinggal di rumah bersusun kecil di bilangan Jakarta Pusat tapi cukup memudahkan si housewife ini buat nyapu sama ngepel, segitu-segitu aja soalnya, hehehe. Pas mulai pindah ini pas R awal-awal MPASI, si emak amatir yang suka galau ini ngelakuin uji coba trial-error buat ngasih makan R, karena tertarik sama metode BLW tapi khawatir juga takutberat badannya susah naik jadi mix sama konvensional atau spoon feeding (SF).

Awalnya karena masih pengenalan puree buah, R semangat-semangat aja makannya, seminggu pertama masih sekali sehari, sampe sekarang jadi 2 kali sehari, 3 kalinya kadang kadang. Sampai saya mau coba serelia (tepung gasol, oat, dll) R mulai pinter mingkem dan ngehindarin sendok, atau sendoknya diambil trus dijauhin atau dilempar atau di ketok ketok meja -,- pas sesi BLW dia lebih semangat ngambilin makanan di meja dan masuk masukin kemulut, suatu hari R mau dikasih bubur oat wortel pake kaldu, susah banget suapinnya, drama lah nih si emak emak amatir, lama lama ga mau pusing yauda kalo ga mau makan ga dikasih toh masih ASI ini biarlah suka suka dia. Saya makan di depannya nasi goreng bersama potongan tomat, ehhh dia penasaran pengen ngambil tomat, trus coba dikasi dimasukin juga tomat ke dalem mulutnya, dimakan dengan nikmatnya. Akhirnya dari situ saya mikir, fix deh ini anak BLW aja makannya, saya mulai browsing-browsing lagi ternyata banyak juga mommies di Indonesia yang nerapin BLW untuk anaknya. Saya coba resep resep makanan olahan yang bisa dimakan bayi dan apa aja list makanan yang bisa dimakan anak BLW.

Setelah memulai BLW lagi, hati rasanya tenang, tiap hari R makin pinter masukin makanan kemulutnya, saya cuma ngitung ngitung sisa sisa makanan yang jatuh tiap hari, sambil sapu sapu, kira-kira kemakan banyak ga makanannya.

Ga ada drama kapal masuk mulut manusia
Ga ada jalan jalan sambil makan
Ga ada acara makan sambil digendong
Ga ada bujuk rayu cuma untuk makan
Yang ada R makan dengan lahap di mejanya

Kadang saya tongkrongin makannya R, kalau dia tertarik sama suatu makanan tapi R susah makannya saya comotin trus suapin ke mulutnya udah bisa bergumam "mmmm ck ck" mengecap ngecap makanan yang dimakannya berarti enak :D itu pas makan jagung, R suka banget jagung tapi kasian ga bisa makan langsung jadi suka diolah lagi jadi baso jagung oatmeal atau selipin di perkedel nasi.

Kalau salah timing R suka manyun manyun karena keburu lapar jadilah saya angkat dan susuin, pernah dia pengennya makan ga mau nyusu tapi udah lapar berat saya buru buru bikin puree pepaya dan dia makannya lahap banget tapi sambil merem merem karena ngantuk berat, lucu banget liat ekspresinya waktu itu, hihihi akhirnya setelah dia puas makan tetep minta ASI juga, oke deh ASI selalu siap kapan aja :) Pernah juga R bangun kepagian saya kasih ASI ga mau jadi ga bisa tidur lagi, akhirnya saya taro di HC dan nyediain beberapa potong pear dan roti, ehhh saking ngantuknya R tidur di HC setelah kenyang gerogotin pear dan makan roti R tidur di HC tanpa suara rewel apapun.







 

Friday, 4 September 2015

Kemiri untuk rambut bayi

Rei sering bobo terlentang di banding bobo tengkurep, mikunya ga berani ninggalin bobo tengkurep karena kalo bobo kan suka ditinggalin nyuci (kadang-kadang) dan lain lain, bisa tengkurep sendiri aja baru umur 4 bulan 19 hari, hehehe. kalo lagi merem dia ga sengaja tengkurep dia suka kebangun trus teriak-teriak karena belum bisa balik lagi sendiri, hihihi. Jadi lah bagian belakang kepalanya ga tumbuh selebat depan/atasnya. Walaupun wajar dan banyak juga bayi yang begitu, tapi mikunya gereget aja liatnya, pengen rambut belakangnya tumbuh segera. hahaha


Timpang ya keliatannya, akhirnya beli deh kemiri asli di olshop, katanya sih bakar sendiri dan tanpa campuran bahan kimia apapun, jadi aman untuk bayi. Setiap pagi Rei dikasih kemiri ini, dan dalam beberapa hari aja rambutnya mulai bermunculan, hihihi. Dulu saya pikir kemiri itu cuma buat menghitamkan rambut, ternyata buat numbuhin juga bisa, kalau saya pakai buat rambut rontoknya, jadi kalau pas makein ke Rei ada sisa saya pakein ke kulit kepala saya. Baunya gosong gitu ya, namanya kemiri bakar, tapi wangi alami kok, saya akan terus berjuang sampe rambutnya tumbuh normal, hehehe.





Jadi jadwal Rei setiap pagi adalah jemur antara jam 7 sampai jam 8 pagi,sekitar 15-20 menit sambil diolesin baby oil pijit-pijit amatir dikit, terus rambutnya dikemiriin sambil siapin air mandi, nunggu air kurang lebih 30 menit sambil siapin mandinya, mandi, mimik susu, bobo lagi. hehehe.



Thursday, 3 September 2015

5 Persiapan MPASI pertama

One Month To Go for MPASI yeaaayyy.. masih sebulan lagi tapi semangat dari sekarang, yang di nanti-nanti para emak-emak baru, atau yang anaknya masih bayi pasti pengen cepet-cepet kasih makan anaknya.. tapi harus sabar yaa demi ASI eksklusif 6 bulan, walaupun Rei mungkin ga eksklusif banget ASInya (baca disini) yang jelas selama 5 bulan ini makanan pokoknya masih ASI tanpa makanan pendamping, hehehe

Weekend kemarin ceritanya ga sengaja beli alat-alat MPASI, padahal niat awalnya liat-liat doang, tapi suami selalu bilang "beli aja sekarang atau nanti sama aja beli juga kan" yaudah deh, jadinya beli, karena emak satu ini susah keluar kalau ga sama piku, dan ketemu piku cuma pas weekend aja. hehehe

1.High Chair
Yang pertama ingin di survey tapi malah jadi beli adalah High Chair

Mama Love High Chair
Saya ingin Rei diajarin makan disiplin, duduk dan makan. Kayaknya capek aja ngeliat mbak mbak atau ibu-ibu yang nemenin anak kecil makan sambil jalan-jalan keluar tiap makan, jadi pagi, siang, sore keluar terus tiap jadwal makan.  Sekali-kali sih boleh, tapi terus sampe gede dan bisa lari-lari begitu, capek juga ya. Semoga rencana makan disiplin ini berhasil ya, soalnya ada beberapa kasus anaknya ga betah di high chair, tapi kalo liat Rei bisa betah di bouncher dan di box sih insha Allah ya, bismillah.

Tadinya mau beli yang murah meriah aja sesuai fungsinya, high chair yang suka ada di restoran itu loh, pernah liat di informa sekitar 2xxrb-an lupa atau yang standar yang bisa dilipat dua aja 500-600 ribuan. Tapi ya namanya euforia anak pertama, atau pikunya pengen beli yang bisa kepake lama, jadilah pilih double function chair ini, jadi kalo udah toddler mejanya terpisah dengan kursinya, bisa juga jadi meja belajar sampai umur 6 tahunan (kata masnya). Beli di Lavie, walopun kata sepupu disini mahal, tapi ya bingung mau cari kemana lagi, jadilah beli disini dengan harga 1.1xx.xxx rupiah, lupa angka setelahnya,hehehe.Fungsinya nambah, harganya juga nambah, jadi menurut saya sih sama aja, huehehe. Tapi ada sih yang model biasa harganya sampe dua jutaan, ga tau bedanya apa sama yang 500rb-an.

2. Bibs
Contoh bibs plastik

Ini juga cari-cari di Lavie, siapa tau ada bibs yang diinginkan ya. Yang kayak di Mothercare bahan plastik gitu biar tinggal elap aja bersihinnya, tapi versi murahnya, hehehe. Kalo liat di MC isi dua harganya ratusan ribu, ternyata di Lavie ada 13.000-an aja langsung beli dua, bahannya lebih tipis sih tapi ya sesuai fungsinya, rusak tinggal beli lagi, ga akan sedih banget kalo harus beli lagi karena ga begitu mahal. hehehe

3. Baby Cubes
Yang ini beli Fany babyshop bandung, belanja kali ini bikin jatuh cinta sama Fany karena harganya murah-murah dari yang saya liat di olshop. Barang-barang olshop atau yang terkenal di forum para mamas juga ada disini, ga sesusah nyari di Lavie, kurangnya kalau cari barang bermotif atau model gitu kurang banyak pilihan. Baby cubes ini harganya cuma 90rb an, kalo liat di olshop 125rb kalau ga salah, belum sama ongkir. Rencananya kalau bikin puree kan ga mungkin dikit2 ya, jadi sekalian bikin seporsi dewasa trus di bekuin disini, bisa juga jadi tempat kaldu nantinya.

4. Tepung Gasol

Awalnya mau buat tepung beras sendiri buat bikin bubur susu, tapi ternyata nemuin tepung Gasol ini di beberapa thread MPASI katanya tepung ini organik, dan ini non-instant ya ini cuma tepung beras yang diperuntukkan MPASI bayi. Gasol ini bukan jenis tepungnya tapi nama brand-nya diambil dari nama daerah di Sukabumi tempat produksi tepung ini. Ada macem-macem jenis dari tepung beras coklat, beras merah, kacang hijau, pisang, dll. Di Fany baby shop kemarin cuma ada yang beras coklat sama pisang aja, harganya 18rb rupiah aja disana, semoga di tempat lain ga jauh ya harganya. hehehe. Jadi buat bubur susu praktis aja pake ini, dan untuk bulan pertama MPASI saya baru mau memperkenalkan serelia, buah dan sayur dalam bentuk puree dulu. Baru masuk bulan  kedua mulai ke protein, bubur nasi, atau nasi tim dengan tekstur lebih padat. Diseling juga finger food ya, buat Baby Led Weaning (BLW), di mix aja, karena kalo full BLW masih ragu sama asupan nutrisinya, hehehe.

5. Safe Feeder
Sebenernya kalau metode BLW makannya langsung aja ya, tapi menghindari komen nenek-neneknya "ga takut keselek?" "aduh bahaya ga belum punya gigi makannya langsung gitu?" jadi beli ini buat nenangin nenek-neneknya, hihihi. "Tenang aja ma itu yang di makan sarinya aja kok kalau dari situ" begitulah kira-kira yang bakal saya sebutin kalau mulai muncul komentar :p. Seneng juga nemu ini di Fany cuma 70rb-an, kalau liat olshop sekitar 95rb harganya. saving.. saving.. :D

Selanjutnya ingin beli Slow cooker Takahi 1,2L dan Lunch Jar. Kemarin tanya di Fany harganya 4xxrb-an lumayan kalo liat-liat di olshop harganya 5xxrb-an, pengen 1,2L karena rencananya ga akan buat MPASI aja, bisa buat bikin bubut ketan item ato bikin kaldu, jadi pengen yang agak gedean. hehehe. Lunch Jar Zojirushi itu mahal juga ya ampe 500rb-an, kayaknya beli lunch jar biasa aja di Ace Hardware deh, tapi katanya sih merk Zojirushi itu awet dan mayan terkenal. Tapi liat budget bulan depan deh, kepakenya masih entaran kalau itu sih kalau jalan-jalan aja, hehehe.

Penyakit Gondongan yang sedang merebak

Wow, it's been very long time ago since the last post . Baru aja cek apa aku bisa masuk ke blog ini lagi? ternyata bisa moms ! hihihi. S...